Kupas360.com - Media Sahabat Indonesia

Situs Informasi Berita Terkini dan ilmu Pengetahuan

Selasa, 27 Februari 2018

Mengapa Dalam Melakukan Tindakan Ekonomi Harus Berpedoman Pada Prinsip Ekonomi

Dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang berjumlah sangat banyak tentunya tidak bisa kita penuhi sekaligus. Dalam pemenuhannya tentu saja Anda harus mememperhatikan daya beli dan kemauan beli konsumen. Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya istilah ekonomi dan prinsip ekonomi dan hubungan keduanya.

Tindakan Ekonomi Harus Berpedoman Pada Prinsip Ekonomi

Sebelum membahas mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi, sebaiknya Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu tindakan ekonomi dan bagaimana prinsip ekonomi berjalan.

a. Tindakan Ekonomi

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia selalu dituntut untuk selalu melakaukan berbagai banyak cara untuk bisa memenuhi hal tersebut. Oleh karena itu, di dalam ilmu ekonomi sellau dikenal dengan tindakan ekonomi di mana manusia akan bertindak dan melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai kemakmuran hidup.

Dalam kenyataannya banyak orang yang tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan yang menyebabkan banyak orang bertindak di luar prinsip ekonomi yang berlaku. Secara garis besar terdapat 2 macam tindakan ekonomi yaitu :

1. Tindakan Ekonomi Rasional

Di sini rasional berarti bisa dicerna dengan logika dan masuk akal. Jadi tindakan ekonomi yang rasional adalah suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan yang bisa diterima dengan akal sehat dan merupakan suatu cara yang paling baik untuk mencapai tujuan kemakmuran.

Tindakan ekonomi rasional ini sebaiknya dilakukan untuk memutuskan hal yang terkecil hingga terbesar, kerna tentunya tindakan ekonomi sangat berhubungan dengan manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan.

Terdapat ciri – ciri orang yang terbiasa melakukan tindakan rasional yaitu di mana orang tersebut akan melakukan pengorbanan atau usaha meninimal mungkin dan di dasarkan pda suatu kebutuhan sehingga ia mau melakukan tindakan ekonomi.

Contohnya saja, ketika Anda memiliki uang 50.000 rupiah yang cukup untuk membeli satu sepatu. Sepatu sekolah atau sneakers. Dengan mempertimbangkan manfaat dan biaya yang dikeluarkan Anda akan memilih sepatu sekolah karena dinilai lebih penting.

2. Tindakan Ekonomi Irasional

Tindakan ekonomi yang satu ini merupakan kebalikan dari rasional. Di dalam keadaan irasional, orang sudah tidak bisa berpikir normal lagi di mana ia tidak memikirkan faktor tenaga, waktu, uang, dan lainnya. Tindakan ekonomi irasional sebenarnya hanya akan merugikan diri sendiri.

Misalnya untuk membeli beras murah, ibu Anda ingin membelinya di pasar yang memiliki jarak yang agak jauh daripada di warung yang lebih mahal. Namun jika dikalkulasikan, uang yang dikeluarkan lebih besar ketika menuju pasar.

b. Prinsip Ekonomi.

Dalam memenuhi kebutuhan, Anda akan melakukan berbagai tindakan ekonomi yang dianggap mampu untuk mencapai tujuan tertentu. Namun ketika Anda hanya melakukan tindakan tanpa memiliki pedoman atau prinsip, maka semuanya akan sia – sia saja.

Di dalam ilmu ekonomi, kita mengenal konsep prinsip ekonomi yang merupakan sebuah prinsip di mana untuk mendapatkan kebutuhan kita harus menggunakan biaya seminimal mungkin. Hal ini ditujukan pada keefektifan dan keefisienan sebuah biaya agar bisa ditekan dan dialokasikan ke tempat lain.

Prinsip ekonomi ini memiliki beberapa ciri – ciri yaitu :
  1. Mengutamakan kebutuhan yang sangat penting atau prioritas
  2. Selalu melakukan perincian dari hal atau kebutuhan yang penting hingga yang tidak cukup penting atau mendesak
  3. Selalu mengikuti prinsip “biaya yang dikeluarkan harus setimpal dengan manfaat yang akan didapat “
  4. Selalu bertindak dengan rasional dan ekonomis agar perencanaan yang telah dibuat dengan matang bisa berjalan dengan baik.
Terdapat 3 macam prinsip produsen dalam rantai siklus barang yaitu :

1.Prinsip produsen
Di sini produsen akan berprinsip di mana ia harus bisa mendapatkan bahan baku dan bahan lainnay dengan harga yang seminimal mungkin namun bisa menghasilkan produk yang maksimal.

2. Prinsip seller
Prinsip pedagang pada umumnya ialah ia akan melakukan promosi secara agresive agar penjualan meningkat dan keuntungan menjadi banyak.

3. Prinsip pembeli
Sebagai pembeli, tentunya kita harus memiliki prinsip kita hanya boleh mengeluarkan biaya yang minimal mungkin namun barang yang didapat harus berkualitas.

Hubungan Antara Tindakan Ekonomi Dan Prinsip Ekonomi

Sesuai yang dijelaskan di atas, tindakan ekonomi adalah hal – hal yang harus kita lakukan secara rasional untuk mememnuhi kebutuhan. Namun dalam usaha pemenuhan kebutuhan, Anda harus memiliki suatu prinsip ekonomi di mana Anda akan menggunakan prinsip itu dalam melakukan tindakan ekonomi, yaitu dengan biaya yang seminimal mungkin untuk manfaat semaksimal mungkin.

Misalnya untuk memenuhi kebutuhan biaya rumah di masa depan, apa yang harus Anda lakukan ? Apakah Anda akan bekerja keras siang dan malam ataukah Anda akan menabung dan bertransaksi yang jelas dengan santai namun dengan perhitungan ? Jika dianalisis, lebih baik Anda bertransaksi saham di pasar modal yang sudah bisa dihitung pendapatannya daripada bekerja siang dan malam namun penghasilan jauh dari kata kurang.

Demikianlah ulasan mengenai mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi. Semoga bermanfaat.
Author Profile

About bangrinal purba

“Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan adalah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan.”

0 Komentar Mengapa Dalam Melakukan Tindakan Ekonomi Harus Berpedoman Pada Prinsip Ekonomi

Posting Komentar

Back To Top