Kupas360.com - Media Sahabat Indonesia

Situs Informasi Berita Terkini dan ilmu Pengetahuan

Selasa, 27 Februari 2018

Apa yang Dimaksud Dengan Manusia Wajak dan Manusia Liang Bua

Menguak kehidupan masa lalu di Indonesia atau pun di belahan dunia yang lain ternyata cukup mengasyikkan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat para siswa terhadap mata pelajaran sejarah di sekolah. Nah, bicara mengenai pelajaran sejarah, pada pembahasan kali ini kami akan sedikit membahas mengenai manusia Wajak dan manusia Liang Bua. Langsung saja, silahkan simak informasinya berikut ini.
ilustrasi gambar tengkorak manusia antara Manusia wajak dan manusia liang bua
ilustrasi gambar tengkorak manusia antara Manusia wajak dan manusia liang bua

1. Pengertian Manusia Wajak

Tentunya kata Manusia Wajak seringkali disebutkan di mata pelajaran sekolah menengah pertama ataupun menengah atas. Sebenarnya Manusia Wajak lebih sering disebut sebagai Homo Wajakensis.

Homo wajakensis atau manusia wajak ini sendiri merupakan salah satu manusia purba yang ditemukan di Desa Wajak, Tulungagung, dan diperkirakan musnah pada akhir masa pleistosen atau masa es berakhir. Manusia wajak ini juga dikatakan memiliki perkembangan yang sama dengan manusia modern awal setelah masa pleistosen berakhir.

Penemuan tentang fosil manusia wajak untuk pertama kalinya dilakukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di sebuah lubang di pengunungan karst daerah Campurdarat, Tulungagung. Selang beberapa lama, fosil ini kmeudian diteliti lebih lanjut oleh Eugene Dobuis.

Menurut penelitian, fosil yang berupa tengkorak ini diperkiraka milik seorang wanita berusia 30 tahunan dan memiliki volume otak sebesar 1.630 cc. Dari penelitian tersebut juga diketahui jika manusia wajak bertubuh tinggi dan memiliki tengkorak yang besar, layaknya manusia modern zaman sekarang.

Menurut Dobuis, manusia wajak merupakan salah satu homo sapiens, yang memiliki ciri Mongolid bahkan Austromelanesoid. Di duga, manusia ini berevolusi menjadi dua ras yaitu Melayu Indonesia dan ras Austromelanosoid yang merupakan nenek moyang australia. Untuk penyebarannya, manusia wajak diketahui menyebar di Indonesia Timur dan Indonesia Tengah.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa ciri- ciri dari Manusia Wajak yaitu :
- Mukanya agak datar dan memiliki dahi lebar
- Bagian bawah hidung lebar dan mulut depan sedikit maju atau monyong
- Bagian pipi agak meonjol ke depan atau atas
- Bagian dahi agak miring dan terdapat busur dahi di atas mata yang agak jelas
- Kapasitas otak berkisar antara 1350 – 1450 cc, tinggi 150 – 175 cm
- Cara berjalan tegak seperti manusia ekarang, namun badannya masih seperti kera
- Tulang besar karena memiliki fisik yang besar
- Jarak antara hidung dan mulut terbilang jauh

2. Manusia Liang Bua

Manusia Liang Bua ini sendiri adalah salah satu spesies manusia purba yang ditemukan di Gua Liang Bua, Pulau Flores. Oleh karena itu Manusia Liang Bua juga sering disebut sebagai Homo Floresiensis. Fosil Manusia Liang Bua ini berhasil ditemukan oleh tim arkeologi dari Pusat Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Indonesia Dan New University Of Englan, serta Autralia pada tahun 2004 silam.

Menurut penelitian yang telah dilakukan, Fosil Manusia Liang Bua ini sudah berusia lebih dari 13.000 tahun. Saat penggalian fosil dilakukan, para peneliiti juga menemukan alat – alat batu seperti yang digunakan oleh homo sapiens modern, tulang yang besar, pisau, arangm beliung, dan mata panah.

Dalam penemuannya, diperkirakan jika Manusia Liang Bua merupakan salah satu jenis manusia purba yang tinggal di dalam gua karst yang besar, sudah bisa menggunakan peralatan, memiliki badan yang sangat kecil, serta memiliki volume otak yang lumayan kecil yaitu kurang lebih 380 cc. Hal ini juga mengejutkan, pasalnya volume otak ini lebih kecil dari simpanse yang memiliki kpasitas otak lebih dari 450 cc.

Hasil penelitian ini pun juga menyebutkan jika tinggi Manusia Liang Bua atau Homo Floresiensis hanya termasuk manusia kerdil karena hanya memiliki tinggi badan kurang dari 100 cm. Ini juga cukup mengejutkan karena tinggi badannya masih lebih kecil daripada orang utan dewasa maupun simpanse.

Ketika penelitian ini dilanjutkan hingga tahun 2007, disebutkan hal yang berbeda lagi. Banyak ahli yang menduga jika Homo Floresisiensis ini telah hidup berdampingan denga spesies manusia purba yang lain, walaupun ia sendiri tidak masuk ke dalam jenis manusia modern.

Jika disimpulkan, Manusia Liang Bua atau Homo Floresiensis memiliki beberapa ciri – ciri sebagai berikut :
  • Memiliki badan dan kepala yang sangat kecil
  • Karena badan yang sangat kecil atau lebih kecil dari simpanse, diperkirakan jika tinggi badannya hanya 100 cm saja atau 1, 06 meter (3 feet 6 inch )
  • Badan yang kecil juga akan menyebabkan beratbadan yang kecil pula. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan jika berat badan manusia liang bua hanya sekitar 25 kg saja.
  • Tengkoraknya yang sanagt kecil menunjukkan jika otak yang dimilikinya juga kecil, yaitu hanya sekiatr 380 cc saja. Selain itu bagian dahinya juga agak sempit.
Nah, itulah diatas sedikit informasi mengenai manusia wajak dan manusia liang bua. Semoga bermanfaat.
Author Profile

About bangrinal purba

“Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan adalah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan.”

0 Komentar Apa yang Dimaksud Dengan Manusia Wajak dan Manusia Liang Bua

Posting Komentar

Back To Top