Kupas360.com - Media Sahabat Indonesia

Situs Informasi Berita Terkini dan ilmu Pengetahuan

Selasa, 27 Februari 2018

6 Contoh Konflik Antar Suku, Latar Belakang, Dan Cara Penyelesaiannya

Berbeda – beda namun tetap satu jua. Itulah makna sederhana dari semboyan negara Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Indonesia yang merupakan negara kepulauan sudah tentu memiliki beragam etnis, suku bangsa, dan agama yang berbeda – beda. Seharusnya perbedaan yang banyak ini bisa menjadi sebuah kunci kedamaian dan kekuatan Indonesia tercinta.


Contoh Konflik Antar Suku, Latar Belakang, Dan Cara Penyelesaiannya

Dari zaman dahulu hingga sekarang, seringkali kita dengar ada banyak konflik antar suku di Indonesia. Jika ditelusuri lebih jauh lagi, faktanya sebagian besar yang menjadi pemicu ialah masalah yang sepele. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan banyak juga terjadi di luar negeri. Nah, berikut 6 contoh konflik antar suku, latar belakang, dan cara penyelesaiannya, yang sebaiknya anda ketahui.

1. Konflik Antara Suku Aceh Dan Suku Jawa

Konflik ini sangat terkenal di dalam sejarah Indonesia. Bahkan di setiap buku sejarah terdapat bab khusus yang mengulas tentang tragedi ini. Hal ini bermula dari ratusan tahun yang lalu sebelum Indonesia merdeka, di mana ketika Kerajaan Majapahit melakukan intervensi langsung kepada Kerajaan Islam Aceh.
Selain itu, ketika Indonesia sudah merdeka, masyarakat Aceh banyak yang curiga terhadap pemerintahan Orde Baru karena sikap diskriminatif yang dilakukan pemerintah Orde Baru dan dinilai sebagai pemerintahan jawa. Hal inilah yang menyebabkan munculnya Gerakan Aceh Merdeka atau GAM.

Melalui gerakan separatis ini, sebagian warga Aceh yang tidak setuju dengan pemerintah Orde Baru berusaha untuk mengusir pendatang baru yang merupakan orang Jawa. Sebaliknya orang Jawa yang cenderung nasionalis menganggap jika Tanah Aceh adalah bagian dari Indonesia sehingga ia bebas tinggal di sana. Konflik yang memakan warga sipil pun tidak bisa dihindari.

Kejadian ini lebih runyam ketika GAM berniat memisahkan diri dri Indonesia dan membentuk negara baru, sebuah negara Islam. Oleh karena itu, perundingan dan negosiasi yang dilakukan pemerintah indonesia sejak Soeharto hingga SBY terus dilakukan dengan pihak GAM. Hal ini akhirnya menemukan titik temu di mana Aceh diberikan hak sebagai daerah istimewa sehingga Aceh kembali aman.

2. Konflik Sampit ( Konflik Suku Madura Dan Suku Dayak)

Konflik kali ini terjadi di Kalimantan Tengah. Hal ini dimulai ketika banyak orang Madura pindah ke Kalimantan di mana mereka memiliki watak yang sangat keras. Sejak saat itu, banyak terjadi konflik. Di mulai dari tahun 1972 dan memuncak pada 2001 di mana anggota Suku Dayak diserang secara tiba- tiba oleh 2 orang Madura.

Konflik ini pun meluas hingga seluruh Kalimantan. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari Perang Sampit. Sekiar 500 orang suku meninggal karena konflik ini. Di akhir sejarah sampit, sekitar 100.000 orang Madura kehilangan harta benda dan harus kembali ke Pulau Madura sedangkan Suku Dayak bisa mempertahankan wilayahnya.

3. Konflik Suku Lampung Asli Dengan Suku Bali Pendatang

Konflik ini merupakan konflik yang belum lama terjadi karena terjadi di tahun 2009. Konflik ini dimulai ketika terjadi perselisihan tentang harga diri antar warga Suku Lampung dengan Suku Bali. Hal ini diperparah dengan konflik berdarah antara Suku Lampung dengan Suku Bali sebagai pendatang.

Di akhir konflik, gencatan senjata bisa dilakukan karena penanggapan yang cepat tanggap oleh TNI Polri. Dari sini, 12 korban tercacat meninggal dan segera dilakukan perundingan sehingga suasana kembali kondusif.

4. Konflik Papua

Konflik suku di papua memang sering terjadi. Baru – baru ini di tahun 2013, terjadi pertikaian antara Suku Pengunungan Atas dan Suku Bawah Pantai di mana kelompok Suku Pegunungan Atas sengaja membakar rumai adat honai milik kelompok bawah.

Hal ini menyulut pertikaian berdarah. Di akhir konflik, tercatat 6 orang tewas dan sebanyak 21 orang terluka karena terkena senjata panah.

5. Konflik Suku Bangka

Kali ini konflik antar suku terjadi di Pulau Bangka, di mana terjadi pertikaian antara Suku Bangka Asli dengan Suku Pendatang. Sebenarnya kasus ini disebabkan oleh masalah yang sepele ketika seorang Suku Bangka Asli diketahui diperas oleh beberapa Suku Pendatang.

Karena Suku Bangka Asli tidak terima maka masalah ini meluas hingga menjadi konflik besar dan melibatkan SARA. Banyak kerugian yang ditimbulkan seperti jatuhnya korban tragedi bangka hingga pulugan rumah pendatang yang terbakar. Untuk meredakan konflik, dilakukan rekonsiliasi dengan mediator dari pihak kepolisian.

6. Konflik Poso

Konflik di Sulawesi Tengah ini dikenal sebagai konflik yang masih berkaitan dari tahun ke tahun. Masalahnya pun sangat sederhana, misalnya pelemparan batu di Masjid Tegalrejo oleh Pemuda Kristen. Saat itu, Pemuda Tegalrejo tidak terima dan terlibat perkelahian. Hal ini selalu terulang setiap tahunnya.

Puncak kerusuhan poso terjadi di tahun 1998, tahun 2000, dan di 2001. Di akhir konflik, ribuan jiwa melayang dan menyisakan trauma psikologis bagi warga Poso.

Demikianlah diatas ulasan terkait contoh konflik antar suku, latar belakang, dan cara penyelesaiannya. Semoga informasi diatas mendorong kita untuk semakin menjaga perdamaian antar suku di Indonesia agar tidak terjadi hal buruk ke depannya. Semoga bermanfaat.
Author Profile

About bangrinal purba

“Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan adalah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan.”

0 Komentar 6 Contoh Konflik Antar Suku, Latar Belakang, Dan Cara Penyelesaiannya

Posting Komentar

Back To Top